Pekalongan — Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, Omahalit, biro konsultan arsitek dan interior dengan tagline “Teman Terbaik Bikin Rumah dan Interior Rumah”, menghadirkan inisiatif budaya perusahaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, manajemen menggelar kegiatan dekorasi kantor sekaligus peluncuran rangkaian program Ramadan yang melibatkan seluruh elemen perusahaan.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, dimulai pukul 12.00 WIB dan ditutup dengan tradisi “megengan” pada sore hari. Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus penegasan komitmen perusahaan dalam membangun budaya kerja yang kolaboratif dan bernilai spiritual.
Dekorasi Kantor sebagai Simbol Sukacita Menyambut Ramadan
Manajemen Omahalit menjelaskan bahwa inisiatif dekorasi kantor lahir dari refleksi sederhana: jika peringatan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus dirayakan secara meriah dengan bendera dan umbul-umbul, maka Ramadan sebagai momentum penting umat Islam juga layak disambut dengan penuh sukacita.
Kantor Omahalit dihiasi baliho, bendera, MMT, serta tulisan “Marhaban Ya Ramadan” di area gerbang utama. Seluruh elemen visual dirancang dan diproduksi secara internal oleh tim arsitek dan interior, sehingga tetap merepresentasikan identitas desain Omahalit.
Menariknya, proses dekorasi dilakukan secara gotong royong. Tim arsitek, interior, tukang bangunan, hingga manajemen terlibat langsung memasang atribut dan menata area kantor. Aktivitas ini bukan sekadar memperindah ruang kerja, melainkan mempererat relasi lintas divisi.
Sebagai penutup kegiatan, perusahaan mengadakan “megengan”, tradisi khas masyarakat Pekalongan menjelang Ramadan. Manajemen menegaskan bahwa megengan diposisikan sebagai bagian dari budaya lokal dan ajang silaturahmi, bukan sebagai ritual keagamaan formal. Esensi kegiatan ini adalah kebersamaan dan pertemuan seluruh divisi dalam satu suasana kekeluargaan.
Program dekorasi dan megengan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan diharapkan menjadi agenda tahunan perusahaan.
Empat Program Ramadan: Integrasi Sosial, Edukasi, dan Profesionalisme
Selain kegiatan internal, Omahalit juga menyiapkan empat program utama Ramadan yang dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan.
-
Mengetuk Pintu Berkah: Berbagi Sembako
Program pertama adalah kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar kantor di Desa Landungsari serta kepada seluruh karyawan. Inisiatif ini menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
-
Social Experience “Sholat Pertama Setelah Ramadan”
Program kedua mengusung konsep social experience yang cukup unik. Setiap pekan, tim akan memilih secara acak satu perwakilan dari divisi tukang—baik arsitektural, interior, ceiling, listrik, maupun divisi lainnya—untuk mengikuti pengalaman spiritual “sholat pertama setelah lama tidak melaksanakan sholat”.
Program ini akan ditayangkan empat kali selama Ramadan. Tujuannya bukan untuk menghakimi, melainkan memberikan ruang refleksi dan motivasi agar para pekerja kembali membangun kedekatan spiritual secara sukarela.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Omahalit tidak hanya membangun proyek fisik, tetapi juga memperhatikan aspek pembinaan karakter dan nilai.
-
Kajian Bersama Tukang
Program ketiga berupa kajian rutin setiap Kamis sore selama Ramadan. Kajian ini menghadirkan ustaz dengan tema-tema ringan dan aplikatif yang relevan bagi para tukang.
Konsep pelaksanaannya dirancang efisien:
- Pukul 15.30 WIB kajian dimulai di kantor.
- Menjelang Maghrib dilakukan buka puasa bersama.
- Sholat Maghrib berjamaah dilaksanakan di lokasi.
- Menu berbuka dapat dibawa pulang agar para pekerja tetap dapat melaksanakan sholat Tarawih bersama keluarga di rumah.
Model ini menunjukkan perhatian manajemen terhadap keseimbangan waktu kerja, ibadah, dan keluarga.
-
Podcast Fiqih Muamalah dan Kontrak Kerja Kreatif
Program keempat adalah podcast bertema fiqih muamalah yang membahas sistem kontrak kerja antara tim Omahalit dan klien. Episode akan tayang sepekan sekali selama Ramadan.
Topik yang diangkat mencakup:
- Kontrak kerja proyek arsitektur dan interior
- Etika kerja kreatif
- Manajemen proyek
- Perjanjian dalam desain grafis, fashion, IT, hingga branding
Podcast ini tidak hanya menyasar internal perusahaan, tetapi juga komunitas kreatif yang lebih luas. Melalui program ini, Omahalit berupaya menghadirkan literasi profesional berbasis prinsip syariah dalam praktik industri kreatif.
Komitmen: Muslim-Friendly Design dan Rumah sebagai Ladang Dakwah
Sebagai biro konsultan arsitek dan interior, Omahalit memegang komitmen menghadirkan hunian yang nyaman sekaligus Muslim friendly. Tagline “Teman Terbaik Bikin Rumah dan Interior Rumah” diterjemahkan sebagai pendekatan yang solutif, komunikatif, dan berorientasi pada kenyamanan klien.
Konsep desain yang ditawarkan tidak hanya berbicara tentang estetika dan fungsi, tetapi juga tata ruang yang mendukung nilai keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Layout dirancang agar mendukung aktivitas ibadah, privasi keluarga, serta keberkahan dalam hunian.
Manajemen menyebut bahwa membangun rumah bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan juga bagian dari visi dakwah melalui desain.
Omahalit sebagai Keluarga Besar
Struktur keluarga besar Omahalit meliputi Manajemen, Tim arsitektural dan para tukang, Tim interior desain dan kepala produksi, Content creator dan tim media sosial, Mandor proyek, Hingga office boy (OB) sebagai bagian penting operasional kantor. Perusahaan menekankan bahwa setiap peran memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan profesional.
Menuju Budaya Perusahaan yang Berkelanjutan
Inisiatif Ramadan 2026 menjadi tonggak awal pembentukan budaya perusahaan berbasis kolaborasi, kepedulian sosial, dan penguatan nilai spiritual. Jika konsisten dijalankan, agenda ini berpotensi menjadi identitas korporat yang membedakan Omahalit dari biro arsitektur dan interior lainnya.
Dengan pendekatan desain yang humanis, manajemen proyek yang edukatif, serta budaya perusahaan yang inklusif, Omahalit memperlihatkan bahwa industri kreatif dapat berjalan seiring dengan nilai sosial dan spiritual yang kuat.


