Kesalahan Saat Bikin Pondasi Rumah yang Wajib Dihindari

Pondasi merupakan elemen paling vital dalam sebuah bangunan rumah. Semua beban bangunan, mulai dari dinding, atap, hingga perabot di dalamnya, bertumpu pada pondasi. Sayangnya, banyak orang masih menganggap pondasi sebagai bagian “tak terlihat” sehingga pembuatannya sering disepelekan. Akibatnya, berbagai masalah struktural muncul di kemudian hari, mulai dari dinding retak hingga bangunan miring.

Agar hal tersebut tidak terjadi, penting bagi pemilik rumah maupun pelaku konstruksi untuk memahami berbagai kesalahan saat bikin pondasi rumah yang sering terjadi. Dengan mengetahui kesalahan ini sejak awal, Anda bisa menghindarinya dan memastikan rumah berdiri kokoh dalam jangka panjang.

1. Tidak Melakukan Analisis Kondisi Tanah

Kesalahan paling mendasar dalam pembuatan pondasi adalah mengabaikan kondisi tanah. Setiap jenis tanah memiliki karakteristik yang berbeda, seperti tanah keras, tanah liat, tanah berpasir, atau tanah urugan.

Banyak pembangunan rumah langsung membuat pondasi tanpa uji tanah sederhana, bahkan tanpa mempertimbangkan riwayat lahan. Akibatnya, pondasi tidak sesuai dengan daya dukung tanah. Tanah yang terlalu lembek, misalnya, membutuhkan pondasi lebih dalam atau pondasi khusus seperti pondasi tiang.

Dampak:

  • Penurunan tanah (settlement)

  • Bangunan miring

  • Retak struktural pada dinding dan lantai

2. Salah Menentukan Jenis Pondasi

Kesalahan berikutnya adalah memilih jenis pondasi yang tidak sesuai dengan beban bangunan. Pondasi rumah 1 lantai tentu berbeda dengan rumah 2 atau 3 lantai.

Sebagai contoh, penggunaan pondasi batu kali untuk bangunan bertingkat tanpa perhitungan struktur yang matang sangat berisiko. Pondasi batu kali memiliki keterbatasan daya dukung jika dibandingkan dengan pondasi tapak atau pondasi bored pile.

Kesalahan umum yang sering terjadi:

  • Pondasi terlalu dangkal

  • Ukuran pondasi terlalu kecil

  • Jenis pondasi tidak sesuai desain bangunan

3. Kedalaman Pondasi Tidak Memadai

Banyak orang ingin menghemat biaya dengan membuat pondasi yang dangkal. Padahal, kedalaman pondasi sangat berpengaruh terhadap kestabilan bangunan, terutama di daerah dengan tanah labil atau rawan pergeseran.

Pondasi yang terlalu dangkal tidak mampu menahan perubahan volume tanah akibat air, terutama saat musim hujan dan kemarau. Tanah akan mengembang dan menyusut, sehingga mendorong pondasi bergerak.

Akibat jangka panjang:

  • Lantai rumah bergelombang

  • Dinding mengalami retak rambut hingga retak besar

4. Kualitas Material yang Buruk

Kesalahan saat bikin pondasi rumah juga sering disebabkan oleh penggunaan material berkualitas rendah. Contohnya adalah pasir yang terlalu banyak kandungan lumpur, batu kali yang rapuh, atau semen yang tidak sesuai standar.

Selain itu, perbandingan campuran semen, pasir, dan air yang tidak tepat juga menjadi masalah serius. Campuran adukan yang terlalu encer akan mengurangi kekuatan beton.

Tips penting:

  • Gunakan pasir bersih dan bebas lumpur

  • Pastikan batu kali padat dan tidak mudah hancur

  • Ikuti perbandingan campuran beton yang benar

5. Pekerjaan Besi Tulangan yang Tidak Sesuai

Untuk pondasi beton bertulang, kesalahan pada pemasangan besi tulangan sangat fatal. Banyak pekerja mengurangi jumlah besi, menggunakan diameter lebih kecil, atau memasang tulangan tidak sesuai gambar kerja.

Selain itu, jarak antar tulangan yang tidak konsisten serta tidak adanya selimut beton juga sering ditemukan. Padahal, besi tulangan berfungsi menahan gaya tarik dan menjaga kekuatan struktur.

Risiko yang muncul:

  • Pondasi mudah retak

  • Besi cepat berkarat

  • Umur bangunan menjadi lebih pendek

6. Tidak Memperhatikan Drainase Sekitar Pondasi

Air merupakan musuh utama pondasi rumah. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak menyediakan sistem drainase yang baik di sekitar pondasi.

Air hujan atau air tanah yang menggenang di sekitar pondasi dapat menyebabkan tanah menjadi lembek dan kehilangan daya dukungnya. Dalam jangka panjang, hal ini memicu penurunan pondasi secara tidak merata.

Solusi yang seharusnya dilakukan:

  • Buat saluran pembuangan air yang efektif

  • Pastikan area sekitar pondasi tidak tergenang

  • Gunakan lapisan pasir urug atau batu belah sebagai peredam air

7. Proses Pengerjaan yang Terburu-buru

Kesalahan lain yang sering disepelekan adalah proses pengerjaan yang terlalu cepat tanpa memperhatikan tahapan teknis. Contohnya, pondasi langsung dibebani sebelum beton benar-benar mengeras.

Beton membutuhkan waktu curing agar mencapai kekuatan maksimal. Jika tahapan ini diabaikan, kekuatan pondasi tidak akan optimal meskipun material yang digunakan berkualitas baik.

8. Tidak Mengikuti Gambar dan Perhitungan Struktur

Dalam banyak kasus, pekerja lapangan mengubah spesifikasi pondasi tanpa berkonsultasi dengan perencana atau pengawas. Perubahan ini sering dilakukan demi menghemat waktu atau biaya.

Padahal, gambar struktur dibuat berdasarkan perhitungan teknis yang matang. Mengabaikannya berarti mempertaruhkan keselamatan bangunan dan penghuninya.

Kesimpulan

Kesalahan saat bikin pondasi rumah sering kali terjadi karena kurangnya perencanaan, pemahaman teknis, dan pengawasan yang baik. Padahal, pondasi adalah elemen paling krusial yang menentukan kekuatan dan umur bangunan.

Dengan menghindari kesalahan seperti salah memilih jenis pondasi, mengabaikan kondisi tanah, menggunakan material berkualitas rendah, hingga tidak memperhatikan sistem drainase, Anda dapat membangun rumah yang lebih aman dan tahan lama.

Ingat, memperbaiki pondasi yang bermasalah jauh lebih mahal dibandingkan membangunnya dengan benar sejak awal. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar pondasi rumah benar-benar kokoh dan sesuai standar konstruksi.

support person

Jika Rekan Alit memiliki keluhan dan masukan untuk Manajemen Omahalit, jangan sungkan untuk menghubungi kami.

Better Living for Today and Tomorrow